Ngaji bersama Gus Mus II


Tepo seliro dalam Islam

Dalam penyampaiannya di acara Haul tadi malam, kata Gus Mus, ternyata falsafah Jawa dengan falsafah Islam tidak jauh beda.
Di Jawa, ada ungkapan yang namanya "Tepo seliro" atau "Tenggang rasa" dalam bahasa Indonesia. Di dalam Islam, makna itu terkandung dalam sebuah hadis yang berbunyi
laa yu’minu ahadukum hatta yuhibbu li akhiihi maa yuhibbu linafsihi"
Yang mana terjemahannya: Tidak sempurna keimanan seseorang dari kalian, sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.

Gus Mus memberi contoh
"Kalau kamu ingin daganganmu laris, kamu harus mau dagangan tetanggamu juga laris." Atau, "jika kamu (semoga besok diberi kesempatan) ingin mencium Hajar Aswad, janganlah kamu menang sendiri kalau dirimu saja yang berhak menciumnya dengan menyikuti kanan-kirimu, berebut duluan sampai ke batu hitam itu."

[Krapyak, 14 November 2016]
Bersambung...
Previous
Next Post »