Selain menceritakan kisah cintanya dan menerangkan makna tepo sliro dalam Islam, Gus Mus juga menerangkan bagaimana empan-papan-nya mengucapkan takbir.
Kita sering melihat orang di TV mengucapkan takbir. Atau, kita malah sering mengucapkan kalimat thayibah itu tapi tidak tahu makna dan konteks papan-panggonan pengucapan kalimat tersebut.
"Coba," kata Gus Mus "sekarang ketik 'Bumi' pada layar HP sampean. Batapa besar bumi ciptaan Allah itu."
"Kalau kamu tidak bisa memaknai seberapa besarnya Allah," lanjut Gus Mus "maknailah bahwa dirimu itu kecil. Kecil sekali. Ciri orang yang kenal Allah itu adalah tawadu'."
Gus Mus mencontohkan Mbah Kyai Dalhar. Karena mengerti makna takbir, beliau selalu merunduk bila bicara dengan orang atau murid-muridnya.
[Krapyak, 14 November 2016]
*Karena sejumlah hal, renungan pengajian Gus Mus dalam haul Bu Nyai Salimah dan Mbah Kyai Dalhar, ditamatkan sampai di sini.

EmoticonEmoticon