Kesasar ke Toko Buku Loak

Sengaja kesasar ke toko buku loak

Kalau matamu jeli dan bacaanmu luas, saat kau jalan-jalan ke toko buku loak, kau akan menemukan buku-buku bagus ini. Tanpa pikir panjang, kau pun membelinya.

Kamarin siang, saya iseng jalan-jalan ke toko buku loak di seputaran Jalan Adi Sucipto. Toko buku itu bernama Yusuf Agency. Di sana banyak terpampang buku dari berbagai jenis. Harganya juga bervariasi, mulai segmen 10 ribuan, 15 ribuan, 20 ribuan, 25 ribuan, 30 ribuan, dst.

Ketika mata memandang ke segala rak, kok ada buku bagus dengan harga murah, langsung saja saya pungut. Buku itu berjudul "Rabindranath Tagore: Sebuah pengantar kritis".

Saya keliling lagi, cari-cari buku. Barangkali nemu buku bagus yang lain lagi. Akhirnya nemu juga. Buku kedua yang saya pungut yaitu tulisan Pak Yudi Latif, "Tuhan Pun Tidak Partisan".

Merasa belum puas, saya cari-cari lagi. Kali ini saya nemu novel Naguib Kaelani yang berjudul "Meretas Kebebasan". Saya mengambil buku itu lantaran pas kuliah dulu saya pernah berdiskusi dengan teman tentang Naguib Kaelani.

Saya masih belum puas. Saya pun melangakah lagi. Di sebelah rak buku ketiga, saya mendapatkan buku Pak Iman Budhi Santosa "Perempuan Panggung".

Sewaktu mau pulang dan hendak membayar, saya melihat di samping kasir terpajang novel Hayy Bin Yaqdzon karangan Ibnu Thufail. Saya juga melihat buku Tagore terbitan Bentang yang tipis itu. Di bawahnya tertindih novel Paulo Coelho, "Di Tepi Sungai Piedra, Aku Duduk dan Menangis". Ketiga buku itu langsung saya sikat.

Setelah menemukan buku-buku yang bagus dengan harga yang murah, saya melangakah ke kasir. Saya merogoh uang 140 ribu dengan membawa tujuh buku yang lumayan. Tidak ada kata sesal karena telah membelinya.

[Yusuf Agency, 21 November 2016]
Previous
Next Post »