Gadget Bikin Nyeyet


Gadget Bikin Nyeyet
            Kamis Malam dua pekan yang lalu, saya dan pacar saya ngopi di warkop alias warung kopi di seputaran Selokan Mataran. Setiba di warkop, kami langsung berjalan menuju ke meja kasir. Saya memesan kopi klotok manis dan pacar saya Teh-Susu hangat dan cemilan. Setelah itu, kami duduk lesehan di dekat pohon mangga yang ada pojok warkop.
            Suasananya malam itu lumayan ramai, perkiraan saya ada puluhan motor terparkir di sana. Sepuluh menit berlalu pelayan kopi datang membawa menu sesuai pesanan. “Ini mas, klotok manis sama teh-susu hangatnya”. “Oke mas terimakaish” jawabku. Saya dan pacar saya langsung menyeruptnya. Kopinya agak panas dan terrasa agak sepet-sepet, sedang menurut pacar saya Teh-Susu yang ia pesan terasa nikmat. Kami pun mengobrol sana-sini membincangkan hal-ihwal yang menarik terkait pengalaman yang kami lalui seharian tadi. Saya membicarakan pengalaman jaga konter dan pacar saya membicarakan kuliahnya ketika mata kuliah sejarah dan filsafat.
            Setelah mengobrol kurang lebih setengah jam, tiba-tiba gadget pacar saya bunyi. Nadanya nada BBM, ping. Lalu pacar saya mengeluarkan gadgetnya dan membalas pesan yang masuk. Saya melihat lentik jemarinya lihai memencet tombol-tombol ketika ia membalas pesan yang masuk.
            Setelahnya, obrolan kami mulai tidak seintim tadi. Pacar saya semakin sibuk dengan gadget yang ada di tangannya. Saya hanya bisa menerka-nerka siapa gerangan teman di seberang sana yang mengusiknya sedari tadi. Jujur saya agak dongkol, dicuekin sama si gadget. Sambil menunggu pacar saya membalas pesan masuk di gadgetnya, saya menyeruput kopi lagi dan nyantap cemilan. Lalu, saya coba layangkan pandangan mata ke segala arah, melihat-lihat orang-orang yang sedang ngokop kopi di tempat itu. Saya menyaksikan orang-orang yang nongkrong banyak yang memegang gadget. Nampak meraka asik berselancar di dunia cyber, dan tidak tahu kalau di sampingnya ada teman untuk diajak berinteraksi.
            Saya mbatin, mungkin kalau di warung ngokopi dulu orang nyaman untuk bertukar pikiran, ngobrolin sana-sini, tapi keadaan itu sekarang berubah sejak kehadiran gadget. Orang tidak lagi mendiskusikan hal yang remeh temeh hingga yang terhangat berita di TV. Sekarang orang datang ke warung ngokopi atau semacam tempat nongkrong, malah pegang gadget, diam asik dengan dunianya sendiri, beku. Lalu apa tujuan mereka ngopi kalau sibuk dengan gadgetnya masing-masing?
            Dulu saya juga punya gadget, lepas dari manfaat dan mudhorotnya, saya sadar barang itu menyita waktu saya untuk melakukan hal yang tidak bermanfaat dan membuang-buang waktu, misalnya: ketika baca buku dan gadget ditaruh di samping meja belajar, barang sepuluh menit atau setengah jam, rasa-rasanya saya tergoda untuk memegang si gadget itu, entah cek ada BBM masuk, cek status di FB, atau sekedar intip-intip Instalgram. Maka dari itu saya menjualnya.
            Coba kalian perhatikan ketika anda nongrong, lihatlah sekeliling anda, bisa di pastikan meraka asik ber-getjet mania: teman, pacar, atau temennya pacar anda mencuekin anda dengan bermain Smatphoon padahal anda disampingnya. Betapa tak mengenakan.
Mato, 16 April 2014

Catatan:
Tulisan ini hanya kegelisahan saya ngopi bareng sama teman-teman. Dan tidak mungkin saya ngopi berdua sama seorang perempuan. Tidak mungkin.

Previous
Next Post »