Semacam Catatan Ngaji Al-Hikam di Masjid Jendral Sudirman
Jangan berdoa pada Allah dengan maksud dipindahkan pada nasib lain, dengan syarat bahwa dengan dipindahkan itu, dirimu akan beribadah dengan rajin.
Misal, ketika kamu ngekost, kebetulan kostmu jauh dari masjid, suatu ketika kamu berdoa pada Allah "andai kostku dekat dengan masjid, aku akan lebih giat beribadah".
Doa semacam itu tidak boleh. Amal itu berasal dari dorongan hati. Kalau sudah cinta, jarak jauh atau dekat tidak menghalangi untuk beramal.
Belum tentu kalau kamu sudah pindah kost, dekat dengan masjid, kamu akan lebih giat untuk beribadah. Nyatanya, belum tentu.
Yang harus diperhatikan adalah kamu harus "menerampilkan dirimu" (Jawa: cak-cek) untuk bergegas mendekat kepada Allah. Apabila kedalaman dirimu berubah, lingkungan di sekitarmu juga akan berubah. Dekatkan dirimu dulu pada Allah, bukan dekatkan kostmu ke masjid.
Berdoa itu bukan mendorong Allah untuk memenuhi apa yang kita mau. Kita berdoa karena hal itu merupakan suruhan Allah.
Berdoa itu bukan memenuhi ambisi. Berdoa itu bermanja-mesra dengan Allah. Sebab, lebih mahal kemesraan daripada hal permintaan material. Dan berdoa itu harus dibarengi dengan permintaan "selamat".
"Rabbana atinafiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina 'adzabannar"
___________________
# thxlev [5/12/2016]

EmoticonEmoticon