Tak Hentinya Belajar Menulis


Tak Hentinya Belajar Menulis

Hari minggu, 14 Oktober 2012 kenginanku untuk belajar menulis kembali tumbuh setelah sabtu kemarin 13 Oktober 2012 saya mengikuti seminar menulis karya ilmiah oleh BEM-J IPI dan pelatihan jurnalistik oleh LPM Literasia.
Pagi itu, sekitar pukul 09.00 sehabis bangun tidur dan mandi aku langsung berangkat menuju Pusat Bahasa untuk mengikuti seminar menulis karya ilmiah, setiba disana saya langsung ketemu dengan penjaga, registrasi ulang, tanda tangan, dapat snack, masuk di treatrikal, dan karena ruangannya penuh, mau tidak mau harus duduk di belakang.
Tak lama kemudian acara berlangsung, kira-kira satu jam berlalu ketika itu pembicara pertama sudah hampir selesai memaparkan materi yang di sampaikan, tema yang disampaikan tidak dapat aku pahami karena telat masuk, tentang dunia tulis-menulis secara umum belum ke bagian karya tulis ilmiah, pemateri itu bernama Bernando J. Sucipto. Selanjutnya, materi berganti pemateri kedua untuk memeparkan dunia kepenulisan karya ilmiah yaitu Anis Masduqi, menurut moderator yang pada saat itu dibawakan oleh Juma de Putra, CP dari Masduqi ini kelahiran Sleman daerah Melangi yang notabenenya tempat ayahku besar disana. Sekarang Masduqi ini tinggal di rumah istrinya di Pondok Pesantren Al-Mukhlisin Krapyak.
            Secara perlahan-lahan Masduqi memaparkan materi mulai dari pengantar menuju kepenulisan karya ilmiah, melalui slide yang di sampaiakan, namun bagiku materinya kelihatan biasa-biasa saja tidak ada menariknya bagi peserta karena belum bisa membakar semangat untuk menulis. Ditengah-tengah pemaparannya dia memberi pesan kepada peserta; “ Jika kamu bukan anak raja atau bukan anak orang kaya maka jadilah seorang penulis” kata-kata mutiara itu dia kutip dari ulama besar yaitu Imam Al-Ghozali.
            Penyampainan materi yang dibawakan oleh pemateri kedua berjalan kira-kira 20 menit. Acara sudah hampir selesai tinggal para peserta mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada kedua pemateri. Banyak para peserta yang mengajukan pertanyaan, akan tetapi aku hanya diam tak mampu berkata apa-apa untuk mengajukan gelisahan yaitu keinginan sebagai seorang penulis, tapi tak apalah, yang penting  aku mengikuti acara itu biar ada dorongan untuk aku bisa belajar menulis kembali.
            Pukul 11.00 acara selesai, acara ditutup dengan foto-foto para panitia dan dilanjutkan beres-beres. Setelah acara selesai aku, para panitia, serta moderator diajak makan-makan oleh ketua BEM J di warung TPI. Disana ternyata hanya sedikit yang ikut makan-makan, karena sebagian dari para panitia ada yang pulang di karenakan ada sesuatu hal yang penting untuk tidak bisa ditinggalkan.
            Perut kenyang, pikiran kembali fresh lagi, setelah makan nasi lele sambel dan sebagai menumnya es teh dan di akhiri dengan rokok  Class Mild.. uhhh nikmat.


Previous
Next Post »