SEPENGGAL DI PEKAN OLAHRAGA SANTRI
Oleh: Muhammad Mas’udi Rahman*
Peristiwa disaat aku tak dapat melupakan pengalaman dalam sejarah hidupku, yang jarang dialami seseorang, juara harapan 2 dalam Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional II (POSPENAS II) di Palembang dari cabang seni rebana.
Cerita bermula pada bulan Juli tahun 2003, saat aku duduk dibangku kelas 3 sekolah Madrasah Tsanawiyah. Aku diajak oleh ustadz M Yunus untuk mengikuti perlombaan tersebut. Aku mewakili dari pondok pesantren Wahid Hasyim untuk bersaing di POSPENAS dari kontingen Yogyakarta. Banyak dari pondok pesantren lain yang mengikuti perlombaan tersebut dengan macam-macam cabang lain.
Perlombaan ini mirip dengan Pekan Olahraga Nasional (PON), hanya yang membedakan khusus diikuti dari kalangan pondok pesantren yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia. Dari seleksi kabupaten, provinsi, hingga mewakili provinsi bertanding melawan kontingen provinsi lain.
Membutuhkan hampir dua bulan untuk latihan hingga sampai pada waktunya pentas perlombaan dimulai. Pemusatan latihan dilakukan di dua tempat, pertama di pondok Wahid Hasyim sendiri dan yang kedua di daerah Bantul di Pondok Pleret. Di Bantul kami latihan kurang lebih dua minggu sebelum pemberangkatan ke Palembang dilakukan dengan intensif.
Kegiatan latihan dimulai pukul 04.30 sholat subuh, sehabis subuh bersama teman-teman yang lain dan dipandu bapak TNI melakukan senam pagi di lapangan MAN Wonokromo Pleret Bantul. Kami selesai dan kembali ke pondok sekitar pukul 07.00 disana sudah disuguhkan segelas susu putih dan sebutir telur rebus sebagai pengganjal perut dan dilanjutkan mandi.
Setelah mandi selesai, kami sudah dihidangkan dengan sarapan pagi, sarapan selesai dilanjutkan dengan penggemblengan latihan rebana selama 3 jam hingga dhuhur. Sehabis dhuhur kami bersama teman yang lain makan siang, setelah itu dilanjutkan kembali latihan hingga waktu ashar tiba.
Sore sekitar pukul 16.00 kegiatan biasanya santai-santai, setelah seharian latihan. Kegiatan santai ini dimanfaatkan dengan mandi, ngobrol, merokok, ada pula yang berdiskusi sharing sesama teman dari pondok lain, tidak terkecuali para pelatih.
Latihan kegiatan kembali dimulai tepat pukul 19.30 dan selesai pukul 21.30, kemudian kami beserta teman-teman kembali ke asrama untuk istirahat. Rutinitas kegiatan penggemblengan latihan dari bangun hingga istirahat di lakukan selama satu minggu, terkadang ada sesi lain untuk mengisi kejenuhan dengan dilakukan permainan out bond.
Setelah penggemblengan selesai, kegiatan kami beralih untuk persiapan menuju Palembang, tepatnya tanggal 15 Agustus 2003 kami beserta rombongan yang lain berangkat dari Yogyakarta memakai bus eksekutif class.
Perjalanan kami memakan waktu 4 hari. Perjalanan kami yang paling asik ketika tiba di pelabuhan Merak menuju Bakaheuni. Sepanjang perjalanan kami melihat anak-anak pengemis rela terjun ke laut untuk sepeser rupiah, pandangan lautnya tidak kalah menarik daripada selat Madura, mungkin ini karena dulu bekas terjangan tsunami akibat letusan Anak Krakatau.
Hampir 2 jam kapal Very Roro ditengah laut. Selama waktu itu kami bersama temen-temen yang lain berfoto-foto mengabadikan sejarah yang mungkin hanya sekali dalam seumur hidupnya. Seperti dalam gambar kami dan temen-temen berfoto-foto.
Tiba di Palembang kami dipisah menurut cabangnya masing-masing. Kami yang berada dicabang seni, rebana, qosidah alternatif, pidato, dan kaligrafi dipusatkan di pondok Pesantern Raudhotul Ulum Musi. Sedangkan sisa cabang atletik berada di dekat stadion Jakabaring dekat jembatan Ampera.
Selama satu minggu di Palembang untuk mengikuti POSPENAS II, kegiatan lomba dimulai dari tanggal 20 sampai dengan 26 Agustus 2003. Hari pertama pembukaan, seperti biasanya acara ini di buka oleh Menteri Agama. Semua kontingen yang mengikuti perlombaan datang menuju stadion Jakabaring untuk mengikuti acara pembukaan. Setelah pembukaan selesai, seluruh kontingen kembali ke tempat berlangsunganya perlombaan di masing-masing cabang.
Perlombaan rebana yang kami ikuti baru dipertandingkan pada hari sabtu, dari hari selasa sampai hari jum’at kami gunakan untuk latihan, sebelum pertandingan dimulai. Sama ketika kami pemusatan latihan di Bantul, dari pagi sampai malam kami fokus pada latihan.
Pada saatnya tampil hari sabtu pukul 10.00 pagi, kami merasa gugup. Banyak peserta dari kontingen lain beradu untuk memperebutkan medali. Mereka mempertunjukan penampilan yang luar biasa. Lawan terberat kami peserta dari Jawa Timur dan Jawa Tengah, diikuti DKI dan Jawa Barat.
Penampilan saat di Palembang
Akhirnya perlombaan selesai dan diumumkan pemenanganya. Kami meraih juara harapan II Tingkat Nasional. Juara pertama dimenangkan Jawa Timur, Juara kedua Jawa Tengah dan Juara ketiga DKI. Sedangkan Juara harapan satu Jawa Barat dan Juara harapan tiga dimenangkan oleh Pelembang sendiri. *Sumber Primer








EmoticonEmoticon