Mulla Shadra; Sebuah Puisi Renungan




 Mulla Shadra; Sebuah Puisi Renungan

Tuhan itu tak terbatas, tanpa ruang, dan tanpa waktu
Namun Dia menjadi kecil sesuai dengan pemahamanmu
Namun Dia akan datang sebatas kebutuhanmu
Namun KeluasanNya sebatas harapanmu
Namun pembicaranNya sebatas keimananmu
            Mereka yang yatim, Dia menjadi ayahnya dan ibunya
            Mereka yang butuh saudara, Dia akan menjadi saudaranya
            Mereka yang putus harapan, Dia akan menjadi harapan
            Mereka yang tersesat, denganNya akan menemukan jalan
            Mereka yang berada dalam kegelapan akan mendapatkan cahayaNya
            Mereka yang sakit akan disembuhkanNya
Tuhan akan menjadi segalanya dan bersama seluruh manusia
Namun dengan syarat keyakinan, dengan syarat sucinya hati, dengan syarat sucinya ruhani
Dengan syarat menjauhi perkawanan dengan kekejian
            Cucilah hatimu dari segala debu
            Cucilah pikiranmu dari segala pikir yang keliru
            Cucilah mulutmu dari segala kata yang tak perlu
            Karena Dia senantiasa menantimu dan memanggilmu disetiap lorong hening malammu

Karya: Shadr al-Din Muhammad bin Ibrahim bin Yahya al-Qawami al-Shirazi (Mulla Shadra)
Diterjemahkan oleh Faruddin Faiz (Dosen Akidah Filsafat UIN Sunan Kalijaga)
Previous
Next Post »

2 comments

Write comments